Investor Saham di Indonesia Baru Capai 1%, Kenapa?

Berbicara mengenai investasi di Indonesia tak heran jika banyak dari masyarakat dihantui oleh pikiran dan anggapan terburuk yang disebabkan oleh ketidaktahuan yang membuat banyak orang cenderung sulit untuk mulai berinvestasi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pertumbuhan investor di pasar modal Indonesia terus tumbuh. Saat ini jumlah investor sudah mencapai 2,2 juta single investor identification (SID) dimana jumlah ini tumbuh double digit dalam 5 tahun terakhir.

Saat ini, hanya 1% dari total penduduk Indonesia yang aktif dalam berinvestasi saham. Jumlah ini jauh tertinggal dengan negara tetangga Malaysia dengan jumlah investor sebanyak 13% dan Singapura sebesar 30%

Di Indonesia khususnya, banyak anggapan yang berkembang di masyarakat jika investasi saham adalah permainan keberuntungan. Tidak jarang saham dipandang sebagai “perbuatan judi”.

Banyak juga anggapan yang mengatakan bahwa investasi saham membutuhkan modal besar yang menahan keinginan berinvestasi guna “mengumpulkan modal” terlebih dulu. Khawatir akan kerugian adalah salah satu faktor yang membuat banyak orang menghindari investasi saham.

Mungkin salah satu sebab mengapa masyarakat Indonesia masih enggan  berinvestasi saham adalah ketidaktahuan mereka akan saham, karena faktanya pasar keuangan selalu dipenuhi dengan istilah dan bahasa yang sulit dipahami. Ditambah dengan persoalan kualitas literasi keuangan masyarakat Indonesia yang sangat rendah yang membuat anggapapan jika investasi saham hanya layak dilakukan oleh kaum intelektual saja.

Jika masyarakat mau mencoba untuk mencari tahu ketidaktahuan akan keuangan dan investasi maka bukan tak mungkin jika berkecimpung di dunia saham bukanlah hal yang mustahil. Cara terbaik mempersempit ketidaktahuan adalah langsung memulai dan melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *