Stock Split? Apa dan Bagaimana Dampaknya Pada Investor dan Emiten?

Beredar kabar jika salah satu saham LQ 45 perusahaan ritel multinasional produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia itu secara resmi menyetujui stock split awal tahun 2020. Rencananya perusahaan yang berkantor pusat di London, Britinia Raya itu menjual 1 lot saham yang tadinya di level Rp 42.400/saham akan menjadi Rp 8.480/saham. Lalu apa itu stock split dan bagaimana dampaknya pada investor dan emiten?

Stock split secara sederhana adalah pemecahan nilai saham. Emiten biasanya  meningkatkan jumlah saham yang beredar dan menurunkan harga per lembar saham agar menjadi lebih murah. Tujuannya adalah agar transaksinya menjadi ramai kembali. Stock split biasanya dilakukan saat perusahaan melakukan Rapat Umum Pemegan Saham (RUPS). Biasanya perusahaan yang melakukan stock split adalah perusahaan yang berfundamental bagus tapi harga sahamnya sudah tinggi.

Secara psikologi, kebanyakan investor akan tertarik untuk membeli saham yang harganya murah. Jika harga saham sudah terlalu mahal, otomatis traksaksi akan sepi. Dampaknya, perusahaan dapat mudah terjangkau oleh investor ritel dan menjadi semakin liquid. Proses jual beli semakin ramai dan diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perusahaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *