Setelah pencopotan AA dari kursi Dirut, paparan publik Garuda 2019 pertama kali diadakan jumat (27/12) kemarin untuk memaparkan kinerja 9 bulan pertama di tahun 2019.
Fuad Rizal sebagai Plt Dirut & Direktur Keuangan & Manajemen Resiko memimpin paparan publik menyampaikan kinerja Garuda 3Q 2019.
Berita paparan publik kinerja 3Q 2019 Garuda sepertinya tidak terlalu ramai dan menarik bagi sebagian besar awak media sehingga seperti tenggelam dan tidak terlihat.
Gimana hasil paparan publik tentang kinerja Garuda? Garuda sedang berbenah?
Dari materi paparan publik dibagikan ke publik dan melihat laporan keuangan yang disajikan, maka beberapa poin untuk kita bisa menilai:
PENDAPATAN USAHA
Pendapatan usaha Garuda 3Q 2019 naik sekitar 320 juta dolar dibandingkan pendapatan 3Q di tahun 2018.
Kenaikan ini didorong oleh kenaikan pendapatan dari penerbangan berjadwal yang naik sekitar 228 juta dolar dan Pendapatan lain naik sekitar 97 juta dolar.
Bila melihat CALK kenaikan signifikan pendapatan lain berasal dari pendapatan pemeliharaan dan perbaikan pesawat sekitar 27 juta dolar dan lain-lain 45 juta dolar (lain-lain yang ini tidak dirinci di CALK)
BEBAN USAHA
Beban usaha Garuda 3Q 2019 mengalami penurunan sekitar 65 juta dolar dibandingkan beban usaha 3Q di tahun 2018.
Penurunan terbesar berasal dari beban operasional penerbangan yang bisa ditekan sehingga turun hingga sekitar 91 juta dolar, beban bandara turun sekitar 8 juta dolar, beban pelayanan penumpang turun sekitar 18 juta dolar, beban administrasi umum turun sekitar 5 juta dolar dan beban operasional jaringan sekitar 1.5 juta dolar.
Namun ada beberapa beban yang naik seperti beban pemeliharaan dan perbaikan, dan beban tiket, penjualan dan promosi.
PENDAPATAN (BEBAN) USAHA LAINNYA sampai 3Q di 2019 turun dan minus 287 ribu dolar dibandingkan 3Q di tahun 2018.
LABA USAHA
Tapi, karena Pendapatan Usaha naik signifikan dan Beban Usaha turun, maka Garuda menuai LABA USAHA positif 253 juta dolar dibandingkan 3Q di 2018 yang minus besar 70 juta dolar.
Bila diteruskan ke bawah, meskipun adanya Beban Keuangan Besar dan pembayaran Pajak, LABA periode 3Q di tahun 2019 Garuda positif 122 juta dolar dibandingkan 3Q 2018 yang rugi besar 110 juta dolar.
Melihat kinerja sampai 3Q 2019, Fuad Rizal optimis Garuda akan profit sampai akhir buku Desember 2019.
Dari angka2 yang disajikan, saya belum menemukan angka yang “ganjil”, seperti klaim pendapatan lain-lain yang besarnya signifikan dan kemudian mengubah rugi menjadi laba seperti kejadian sebelumnya.

