Perusahaan yang berlokasi di Jl. Nginden Intan Barat, Surabaya ini bukan perusahaan besar, memulai usaha perdagangan kayu olahan, merintis dari awal, dengan pendapatan minim, hingga pendapatan tahun 2018 mencapai Rp 37 milyaran, dari tahun 2017 yang baru Rp 21 milyaran, dan dua tahun sebelumnya baru membukukan penjualan Rp 4 milyaran dan Rp 2 milyaran.
Tanpa kekhawatiran, manajemen perusahaan memutuskan untuk Go Publik atau IPO di pasar modal. Tujuan penggunaan dana adalah untuk modal kerja 80% dan pembelian mesin produksi sekitar 20%.
Perusahaan berencana melepas 150 juta lembar saham setara 22.57% dari modal disetor dan ditempatkan penuh di harga IPO Rp 150 per lembar saham sehingga perusahaan akan mendapatkan dana emisi IPO sebesar Rp 22.5 milyar.
Demi memuluskan rencana IPO, perusahaan melakukan strukturisasi modal di tahun 2018 dengan peningkatan modal disetor dan ditempatkan penuh dari Rp 6.2 milyar menjadi Rp 51.5 milyar agar pelepasan saham ke publik saat IPO tidak terlalu besar prosentase-nya.
Perusahaan telah mengantongin izin efektif dari OJK dan sedang melakukan penawaran umum sahamnya hingga 28 juni, jumat esok. Rencana listing hari perdana perdagangan di bursa efek akan dilaksanakan pada tanggal 4 juli 2019.

