RODA go publik di 2001

Tulisan lanjutan tentang perusahaan menengah yang melakukan IPO di bursa saham dalam kurun waktu 2000–2015.

Dimulai dari penjualan terendah dibukukan oleh RODA yang hanya membukukan penjualan bersih di tahun 2000 sebesar Rp 437 juta. Sepanjang data yang telah berhasil saya kumpulkan, maka ini adalah data penjualan terendah perusahaan menengah yang masuk bursa.

RODA — PT Roda Panggon Harapan Tbk yang bergerak di bidang real estate, kontraktor dan pengembang menawarkan 150 juta lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 120, sehingga total dana yang diraih ketika penawaran umum sebesar Rp 18 Milyar.

Bagaimana dengan laporan keuangan yang digunakan ketika masuk bursa. Berikut informasinya:

Memang RODA mengalami penurunan yang sangat signifikan dari tahun 1999 ke tahun 2000. Di tahun 1999, penjualan RODA sempat berhasil mencapai Rp 6 Milyar, namun ketika tahun 2000 mengalami penurunan hanya menjadi Rp 437 juta. Penurunan ini membawa pengaruh ke kondisi laba perusahaan yang menjadi minus atau rugi bersih sebesar Rp 498 juta ketika masuk bursa di tahun 2001.

PT Roda Panggon Harapan Tbk dua kali melakukan perubahan nama perusahaan menjadi PT Royal Oak Development Asia Tbk dan berubah lagi menjadi PT Pikko Land Development Tbk di tahun 2012.

Namun, Bagaimana kondisi bisnis RODA hari ini? Berikut laporan keuangan 2015 RODA. Melihat angka di bawah ini, RODA mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi sejak melantai di bursa di tahun 2001. Bila melihat penjualan maka kenaikannya sangat besar dari yang hanya Rp 437 juta, naik hingga Rp 1.05 Trilyun atau sebesar 241.630%.

Selain penjualan atau pendapatan perusahaan, jumlah asset dan ekuitas RODA juga jauh terbang tinggi dibandingkan dengan tahun 2001 ketika mereka melantai ke bursa saham untuk pertama kalinya. Dalam kurun waktu 2001 hingga 2015, RODA melakukan right issue sekali di tahun 2007 dengan menerbitkan saham baru sejumlah 12.883.800.000 lembar dengan harga penawaran Rp 100 per lembar saham dan mengeluarkan waran sejumlah 118.200.000 yang kelak dikonversi ke saham pada 28 januari 2013, namun akhirnya hanya 117.328.209 lembar yang terkonversi menjadi saham dan sisanya tidak jadi diperdagangkan di bursa.

 

(img : nakawara.files.wordpress.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *