Tidak banyak sebuah surat hutang atau obligasi memiliki durasi 100 tahun. Umumnya hanya 5 hingga 30 tahun. Namun, semenjak kemunculan surat hutang berdurasi 100 tahun atau Satu abad yang dikeluarkan oleh Disney tahun 1993 dengan jatuh tempo pada tahun 2093, banyak perusahaan penerbit yang mengikuti jejak Disney ini. Setidaknya ada 67 surat hutang satu abad yang dikeluarkan hingga tahun 2014 silam (oleh perusahaan2 US).
Surat hutang satu abad ini bukan lah yang pertama, namun jadi yang pertama sejak Chicago & Eastern Railroad (subsidiari dari Union Pacific) menerbitkan surat hutang dengan kupon 5% di tahun 1954 dan akan jatuh tempo di tahun 2054. Namun, surat hutang berdurasi terlama pernah diterbitkan oleh Canadian Pacific Corporation yang membayar kupon 4% untuk surat hutang berdurasi 1.000 tahun yang terbit pada tahun 1883 dan akan jatuh tempo pada tahun 2883.
Surat hutang satu abad Disney menggairahkan dan mendorong perusahaan-perusahaan lain mengeluarkan produk sejenis, seperti surat hutang satu abad Coca Cola, Ford Motor, Fedex, Caterpillar, IBM, dan sebagainya. Berbeda dengan surat hutang perpetual yang tanpa masa jatuh tempo, surat hutang satu abad tetap memiliki masa jatuh tempo untuk pelunasan. Namun karena berdurasi panjang, perusahaan hanya membayar kupon selama hutang belum jatuh tempo.
Surat hutang satu abad Disney dikenal dengan nama “Sleeping Beauty Bond” mengingatkan pada salah satu film animasi yang dikeluarkan Disney di tahun 1960-an yang berkisah tentang Puteri Aurora yang tertusuk jarum pintal dan tertidur oleh kutukan penyihir. Tiga peri baik hati menyihir semua penduduk negeri agar tertidur juga. Konon Puteri Aurora baru terbangun jika dicium Pangeran Philip yang dicintainya.
Dengan durasi yang lama begini, investor yang membeli surat hutang ini akan berpisah selama 100 tahun dengan uangnya. Yang diperoleh hanya bunga kupon yang dibayarkan oleh penerbit. Karena durasi lama ini tentu ada resiko, baik resiko perubahan suku bunga, resiko likuiditas dan resiko gagal bayar. Namun, sleeping beauty bond ketika dijual laris manis diminati para investor institusi yang berorientasi jangka panjang.
