Gara-gara Corona Nilai Tukar RupiahTerlemah Sepanjang Sejarah

Nilai tukar rupiah melemah signifikan di hadapan dolar AS pada perdagangan Kamis hingga membukukan penurunan harian terbesar sejak krisis finansial global 2008, dan menyentuh level terlemah sejak krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998.

Rupiah ambles 4,61% ke Rp 15.900/US$ kala penutupan pasar spot pada hari kemarin Kamis (19/3/2020).

Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak 27 Oktober 2008, kala itu rupiah ambrol 7,44% dalam sehari.

Level Rp 15.900/US$ merupakan yang terlemah sejak 18 Juni 1998, kala itu rupiah menyentuh level terlemah intraday Rp 16.200/US$.

Sementara jika dilihat dari level penutupan pasar, rupiah posisi saat ini merupakan yang terlemah sepanjang sejarah.

Capital outflow yang terus terjadi akibat pandemic virus corona (COVID-19) terus membuat tertekan.

Secara teknikal, di bulan Januari rupiah sempat menguat lebih dari 2% setelah menembus batas bawah pola Descending Triangle di Rp 13.885/US$.

Pada pekan lalu, rupiah kembali ke atas level tersebut, itu artinya tren penguatan rupiah akibat pola Descending Triangle (garis biru) sudah berakhir.

Performa rupiah langsung jeblok setelah itu hingga menyentuh level Rp 14.415/US$ pada Kamis (12/3/2020) pekan lalu.

Dalam jangka menengah, selama tertahan di atas level psikologis Rp 15.000/US$ rupiah berisiko terus melemah.

Dengan dijebolnya Fib. Retracement 100%, dan melihat tingginya volatilitas pada hari kemarin pelemahan rupiah berisiko berlanjut.

Level Rp 16.000/US$ menjadi resisten (tahanan atas) selanjutnya. Jika level tersebut juga dilewati, rupiah berisiko ke Rp 16.200/US$.

Sementara, jika tertahan di bawah Rp 16.000/US$, melihat indikator stochastic yang jenuh beli (overbought), rupiah berpeluang menguat menuju Rp 15.500/US$.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *