Virus Corona masih menjadi sentimen yang mewarnai koreksi IHSG belakangan ini yang terpaksa mengalami penurunan tajam ke posisi 5.136,81 poin pada perdagangan awal pekan ini.
Ditambah kondisi global masih diwarnai ketidakpastian. Belum lagi ancaman akan resesi ekonomi global yang akan melanda sejumlah negara.
Meski sewaktu-waktu IHSG menguat, tak ada yang tahu pasti sampai kapan ini akan segera berakhir. Bisa jadi besok atau lusa malah kian membaik atau makin melemah.
Harus diakui jika situasi pasar saham yang sangat tertekan akhir-akhir ini akibat wabah Virus Corona yang semakin meluas.
Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin untuk seluruh emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback).
Menurut OJK langkah ini membeli saham sebagai upaya memberikan stimulus ekonomi dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Kendati demikian, buyback saham ini tak memiliki aturan yang mesti dilakukan. Pasalnya pembelian kembali dapat dilakukan tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Meski menjadi sinyal yang baik, namun faktanya, terdapat sejumlah perusahaan yang akan melantai di bursa.
Dua emiten baru misalnya, PT Esta Multi Usaha Tbk dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk resmi melakukan pencatatan perdana saham di bursa efek pada Senin, 9 Maret 2020.
Dengan kinerja harga yang mirip (underpricing 70%) di hari pertama melantai ditengah kasus virus corona yang membuat kondisi pasar modal sedang sulit.
Lalu apakah perusahaan go public tersebut dapat menjadi sinyal baik ditengah gencarnya isu buyback saham dan virus corona?
