Pandangan Sandiaga Uno terhadap Wirausaha

Siapa yang tidak mengenal sosok muda, ganteng, dan kaya satu ini. Sebelum memutuskan terjun ke politik dan akhirnya menjadi salah satu cawagub di pilkada DKI Jakarta. Sandiaga S. Uno telah lama terjun ke dunia wirausaha. Bahkan keberhasilan di dunia usaha, membuat majalah bisnis terkemuka Forbes berulang kali memasukkan namanya dalam 50 orang terkaya di Indonesia. Di tahun 2014 nama nya terdepak dari list tsb. Namun, ia gak ambil pusing, biarlah muncul nama pengusaha baru yang masuk ke dalam list tersebut, ujarnya di sebuah media.

Baru-baru ini saya menamatkan sebuah buku yang tidak mau dibilang sebagai biografi oleh Sandi, hanya sebuah buku catatan berbagi dari perjalanan usaha yang ditempuh oleh seorang Sandi Uno. Melalui tulisan ini, saya pun mau berbagi pandangan beliau terhadap wirausaha dan menurut saya penting untuk diresapi bagi siapapun yang tertarik di dunia wirausaha. Silahkan baca..

(mulai kutipan dari buku)

— –

“Berbisnis karena kecelakaan,” itulah jawaban yg selalu saya berikan dalam setiap forum yg membahas asal-muasal saya terjun ke dunia usaha.

Setelah melalui perjalanan panjang di dunia usaha, pelan-pelan saya mulai intropeksi. Jika sekedar berbisnis karena kecelakaan, saya mungkin tidak akan berjalan sejauh ini. Saya akan berhenti saat saya kembali mendapatkan kenyamanan hidup. Atau mungkin jika peluang untuk bekerja profesional kembali muncul, saya akan mencoba mendapatkan posisi di perusahaan-perusahaan besar ketimbang membesarkan usaha saya. Tapi sedikit pun saya tidak berhenti apalagi berpaling dari dunia wirausaha. Dunia usaha menjadi gairah hidup saya, bukan karena kecelakaan tetapi karena cinta.

Wirausaha menurut saya bukan sekedar ikhtiar bertahan hidup tetapi merupakan pola pikir. Terjun ke dunia usaha tidak serta merta menjadikan seorang wirausaha. Atau sebaliknya, untuk memiliki pola pikir wirausaha tidak semua orang harus terjun ke dunia bisnis.

Wirausaha adalah sebuah pola pikir yang terus menerus menghasilkan kreatifitas dan inovasi. Itulah sebabnya wirausaha tidak bisa dibatasi oleh status pekerjaan, tempat bekerja, atau bahkan posisi di tempat bekerja. Sederhananya, seseorang yg memiliki pola pikir wirausaha tidak akan menggantungkan hidupnya pada keberuntungan.

Almarhum Bob Sadino sering berkata, “Kalau sudah melihat peluang usaha, buat apa sekolah?” Pandangan itu jelas berbanding terbalik dengan saya yg melihat pendidikan sebagai faktor penting untuk sukses di dunia usaha.

Kalau wirausaha hanya sebagai profesi dan bukan pola pikir, saya akan mengamini kata-kata Om Bob. Membangun pola pikir wirausaha menurut saya bukanlah pekerjaan sehari-dua hari atau bisa diselesaikan dalam beberapa sesi seminar motivasi. Pola pikir itu harus dibangun melalui pendidikan berjenjang hingga ke perguruan tinggi. Pendidikan justru merupakan sarana paling tepat untuk akselerasi di dunia usaha.

Belajar dari pengalaman di dunia usaha, saya merasakan pentingnya bekal pendidikan. Seorang pengusaha pemula dengan bekal pendidikan tinggi tidak perlu melakukan trial error berulang-ulang karena begitu peluang didapatkan ia memiliki bekal metode untuk memanfaatkan peluang tsb. Kita juga bisa bekerja lebih efisien karena pemahaman holistik thd bidang yg kita geluti. Itulah yg membuat kita tidak tergantung banyak orang. Dan terakhir, bekal pendidikan membuat kita lebih mudah untuk mengembangkan usaha dan beradaptasi dengan perkembangan yg terjadi.

Buktinya bisa kita lihat dari wirausaha-wirausaha yg belakangan muncul terutama di sektor teknologi informasi. Anak-anak muda itu cepat berakselerasi. Hanya dlm hitungan tahun mrk berhasil membangun perusahaan-perusahaan bernilai tinggi. Sebagian besar dari mereka adalah lulusan kampus-kampus ternama di dalam dan luar negeri. Waktu telah menjawab perdebatan-perdebatan panjang tentang penting-tidaknya pendidikan tinggi bagi seorang wirausaha. Pada akhirnya hal ini memang menjadi perdebatan yg tidak perlu jika kita melihat kesuksesan seseorang dari caranya mengembangkan usaha, bukan karena latar belakangnya.

— — — — — — — — — — — –

(selesai kutipan dari buku)

tulisan di atas disarikan dari Buku Sandiaga S. Uno “Kerja Tuntas Kerja Ikhlas, One Way Ticket to Success”

Sandiaga S. Uno

– Founder & Owner PT Recapital Advisors — perusahaan jasa penasihat keuangan, underwriting, sekuritas, manajemen asset dan bank.

– Salah satu owner PT Saratoga Investama Sedaya Tbk — perusahaan investasi pertama di Indonesia yg masuk bursa saham di tahun 2013 dan saat ini (data 2015) memiliki nilai aset bersih Rp 13.583 milyar dan 22 perusahaan investee. Sandi memegang saham Saratoga sebesar 29.15%.

 

(img source : gatra.online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *