Memahami Network Effect

Seorang professor MIT melempar candaan kepada para mahasiswa, “Salesman terhebat dalam sejarah” sepantasnya jatuh pada salesman yang menjual perangkat telpon pertama kali. Mengapa demikian? Yap, satu perangkat telpon tsb tidak bernilai apa-apa, lha wong baru satu, bisa buat apa? karena tidak bisa menelpon ke siapapun!

Namun, ketika lebih banyak orang membeli telpon, maka nilainya tumbuh. Dengan 2 telpon terjual, maka bernilai 1 koneksi dapat terhubung. Dengan 4 telpon terjual, maka bernilai 6 orang terhubung. Dengan 12, maka bernilai 66 org dpt terhubung. Dan dengan 100 telpon, maka bisa 4950 orang terhubung.

Contoh di atas merupakan cara sederhana menjelaskan Network Effect. Dan dikenal dengan Metcalfe’s law, yang diambil dari Robert Metcalfe, co-inventor dari Ethernet dan Founder 3Com dimana ia menjelaskan nilai jaringan sebuah telpon akan tumbuh non linear bila jumlah pelanggan naik dan membuat mereka lebih banyak terhubung di antara mereka.

Hal inilah yang dikenal dengan sebutan pertumbuhan nonlinear (atau convex growth) dan inilah pola pertumbuhan yang persis dilakukan oleh startup-startup seperti facebook, uber, airbnb, dll. Semakin banyak pengguna, maka semakin melambung nilai yang dimiliki oleh startup-startup tersebut. Network effect sedang bekerja. Hal sebaliknya dikenal convex collapse. Contohnya adalah yang terjadi pada blackberry di tahun 2000an yang ditinggal oleh para penggunanya, sehingga nilai dari jaringannya semakin jatuh terjerembab dan para pengguna melirik perangkat telpon lain.

 

(img source : cdn-images-1.medium.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *