Fenomena yang terjadi bukan hanya di negara berkembang seperti di Indonesia, tetapi negara maju seperti amrik pun mempunyai fenomena yang sama, yaitu lonjakan harga saham-saham IPO di hari pertama perdagangan. Padahal Market amrik dipandang lebih efisien (teori EMH) daripada market di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Fenomena ini kemudian diteliti oleh para scholar yang menghasilkan teori harga underpricing pada saham-saham IPO. Dua penyebab utama fenomena ini terjadi, yakni penetapan harga IPO yang lebih rendah dari harga wajar perusahaan dengan tujuan saham IPO terserap penuh dan bahkan mengalami kelebihan permintaan (oversubcribed) dan apresiasi (euforia) investor terhadap saham IPO yang baru melantai di bursa saham.

